Diproteksi: Perempuan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Aku Cemburu

Aku cemburu pada mereka yang setiap geraknya begitu menyata iman bersamanya.

Aku curiga, sepertinya Allah lah yang menjadi tangan dan kakinya yang dengannya dia bergerak.

Aku malu dan iri pada mereka yang setiap hembus kata-katanya selalu membuatku teringat akan Allah.

Aku curiga, sepertinya Allah lah yang menjadi mulutnya yang dengannya dia berbicara.

Tanpa perlu banyak tingkah, orang-orang seperti ini, sungguh membuat cemburu. Betapa cinta Allah padanya begitu terang. Sebegitu terlihatnya.

Aku selalu bercita-cita menjadi seorang yang dicintai Allah, tapi gerak langkahku, tingkah lakuku, kata-kataku, sungguh masih sangat jauh dari ketercapaiannya.

Maka sungguh betapa aku ingin menangis melihat seseorang yang seperti ini, aku selalu yakin, dia pasti banyak melakukan hal yang membuat Allah cinta padanya saat tidak terlihat oleh banyak pandangan manusia.

Aku ingin menangis karena aku menyadari betapa sedikitnya apa yang aku lakukan untuk benar sungguh-sungguh meraih kecintaan yang sangat aku inginkan itu.

Semoga rasa malu juga iri sekaligus cemburu ini membawa pada perbaikan langkah…

Melalui orang-orang seperti ini seolah Allah ingin menegurku, “Sudah sejauh mana pengorbananmu untuk mendapatkan cintaKu? Aku terus menunggumu kembali dan mengharapkanmu berusaha sekuatmu untuk konsisten dalam menjalankan titahKu sampai Aku mencintaimu.. Aku hanya butuh KESUNGGUHANMU, tunjukanlah padaKu kesungguhanmu..”

~~~

Allah… Boleh aku terus berlari padaMu dengan membawa segenapan kudis dan noda hati yang ada padaku ini?

Aku malu, tapi aku tidak punya cara lain selain terus berlari padaMu.. Terus mengharapkan cintaMu.. Meski aku tau aku belum cukup pantas mendapatkannya..

di kutip dari Mba @Nusaibah Az-zahra
http://zainzakiyya.blogspot.com/2018/10/aku-cemburu.html

20181008_190242_0001.png

Lelaki Cahaya

Aku selalu menginginkannya hadir bersama ketaatan. Ketaatanku, juga ketaatannya, pada Allah SWT, Rabb kami. Agar tak ada ego yang merajai, Selain sebuah rindu akan kebersamaan dalam menuju jannahNya.
Aku selalu menginginkannya bersamaku dalam naungan cinta. Bukan cintaku, bukan cintanya, tapi cinta Rabb kami. Agar cinta tak sekedar dunia, tapi melangit menuju Dia yang abadi.
Aku selalu menginginkannya, bersamaku membangun sebuah keluarga. Bukan keluargaku, bukan keluarganya, tapi keluarga dakwah, yang kami bangun untuk Rabb kami.
Agar keutuhan keluarga kami tak berbatas waktu, tapi keluarga dakwah, yang kami bangun untuk Rabb kami.
Agar keutuhan keluarga kami tak berbatas waktu, tapi kekal dalam rida Allah Sang Penggenggam Waktu.
Aku selalu menginginkannya dalam kesucian yang terjaga. Dalam batas-batas fitrah yang terjaga.
Dalam pandangan yang terjaga.
Dalam niat-niat bersih yang terjaga.
Dalam segala sesuatu yang terjaga
Aku terjaga. Dia terjaga. Sampai janji ‘Mitsaqan Ghalizha’ akan menjadi kami terus mengabdi dan berharmoni dalam lingkup cintaNya dan penjagaanNya.
Aku, dia, kami, memang tak pernah mengenal lebih jauh sebelum ini. Selain seberkas tinta pada sebuah biodata.
Menjaga degup-degupku tetap bersih karenaNya dalam istikharah-istikharah panjangku.
Dan beriring waktu, aku yang tak mengenalnya mulai mengetahui visi-misi pernikahan yang dia inginkan.
Sejenak terpaku, menyapa Allah dengan sebuah Tanya tanpa suara,”Allahku, adakah dia yang aku tunggu selama ini?”
Antara ragu dan mantap berganti-ganti yang ku tekankan dalam diriku, Wahai diri, ingatlah karena Allaah, Karena Allaah, Karena Allaah.Bukan karena dia, bukan karena dia, bukan karena selainNya.
Semakin berjalannya waktu, dalam istikharah panjangku berdialog dengan Rabbku , kutemukan kemantapan dalam hatiku. Ya aku maju….
Pesona iman nya yang membuatku yakin….
Aku memang tak pernah tahu, apakah ke depannya semua akan berjalan sesuai rencanaku, rencananya, rencana kami. Tapi satu yang membuatku selalu yakin, rencanaNya adalah rencana yang terbaik bagi kami.
Aku yakin itu sepenuhnya.
Dialah awal, Dialah Muara….

Dikutip dari buku Perjalanan Pembuktian Cinta, Nusaibah Az-zahra

Kamu percaya itu kan?

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Pasti udah mau persiapan tidur ya? Jangan lupa gosok gigi, wudhu, tilawah, baca doa tidur yaa..
Sebenernya mata ini udah nagih haknya, begitupun organ2 lainnya. Tapi beneran Ida pengen banget berbagi cerita ini. greget kalau ga di tulis sekarang :’D
Siang tadi, Aku lagi nelfon calon santri, Qadarallaah yang angkat itu umminya..
Nah Qadarallaah juga umminya ini sebelumnya sudah pernah komunikasi sama ida. Jadi ga terlalu canggung gitu
“Assalamu’alaykum Warrohmatullaah teh ida?”
“Wa’alaykumussalam warrohmatullaah mi, bisakah ida bicara sama fatimah sebentar?” kataku sambil membenarkan posisi dudukku
“Oh iya teh ida boleeh”
sekitar setengah jam kemudian
“Fatimah boleh ka ida bicara sama ummi?”
“Oh iya ka”
“Mi?”
Saat itu terdengar suara isak tangis dari balik telepon
“Teh ida…….. Semoga Allaah kabulkan doa ummi, Semoga Allaah kabulkan doa ummi, ummi berharap sekali, ummi selalu berdoa untuk anak-anak ummi, Teh ida… semoga kita bisa cepat di pertemukan ya, semoga Allaah pertemukan kita” katanya dengan isak tangis luarbiasa
“Ya Allaah mii…… MasyaAllaah… Aamiin semoga Allaah pertemukan kita yaa mii” Jawabku sambil menahan tangis
“Aamiin Allaahumma Aamiin………..” Katanya dengan nada sangat berharap
Kau tau…
Aku ingat mamah saat itu..
harapan seorang ibu yang ingin melihat anaknya selamat dunia dan akhirat
Rencananya aku pengen pulang setelah amanah yang aku jalani sekarang selesei.
Sebelumnya ketika pikiran sudah memikirkan untuk pulang dan menghubungi adik2 tiba2
“Da rekapan udah?”
“Emm ida belum bikin”
“Oke, segera yaa”
Beberapa menit kemudian
“Da, bikin proposal ya”
“Emm.. Ida beneran?”
“Iya.. Ida nanti kerjasama sama **** (Nunjuk teman perempuanku)”
Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa daaaaaaa!
“Siap!”
Sambil dalam hati berbisik
“Ya Allaah kuatin ya Allaah kuatin”

:’)
Senyum ya say

Allaah itu ngga akan pernah salah pundak buat ngasih amanah.
Kamu percaya itu kan?

Ida rapuh ya Rabb…… Kuatkaaaan ida ”’)

Ketika Senja menghampiri

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saya punya mimpi

Ketika usia senja menghampiri, ketika wajah sudah keriput, ketika tubuh sudah mulai lemah.

Saya ingin….

Menghabiskan waktu saya bersama Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, menghabiskan waktu bersama suami saya kelak. Saya ingin ketika senja nanti hati saya dan suami saya sudah tenang, melihat sekolah Qur’an dan tauhid yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia, sekolah anak yatim dan dhuafa yang sudah berkembang dan berdiri tegak di negara ini, Rumah baca yang sudah tersebar di seluruh indonesia.

Saya ingin ketika usia senja nanti anak dan cucu saya sudah saling sibuk mengabdi pada ummat, sibuk berkarya dan berkontribusi untuk ummat terlebih dalam dakwah, dalam setiap profesi mereka, mereka sibuk menjadi orang yang bermanfaat untuk ummat, menegakkan kalimat tauhid di bumiNya.

Saya selalu bermimpi, setiap minggu anak dan cucu saya mengunjungi saya dan suami saya , kami berkumpul bersama, menceritakan banyak hal tentang peradaban islam, menceritakan sejarah2 yang telah di torehkan dalam masing2 kanvas kehidupan mereka.

Saya bermimpi dan membayangkan, ketika saya dan suami menggendong cucu kami. Kami akan berkata

“Kalianlah arsitek-arsitek peradaban islam, tonggak-tonggak peradaban islam, para mujahid dan mujahidah islam”

Kemudian saya dan suami akan bercerita tentang sejarah2 islam yang luarbiasa, para sahabat, mujadid islam, para sejarawan dan ilmuwan islam.

Saya bermimpi dan membayangkan.

Ketika anak perempuan saya sibuk mengurus suaminya juga menjadi ummahat2 yang luarbiasa.

Ketika anak laki2 saya sibuk membangun proyek2 untuk ummat berkarya juga berkontribusi dalam dakwah

MasyaAllaah…

Tak terasa berlinang air mata ini dalam menuliskan ini.

Dan pada akhirnya

Kita akan sama2 melihat wajahNya.

Ya Allaaah

Engkaulah yang Maha segalaNya.

Berilah rahmat dan hidayahMu kepada kami semua, Berilah kekuatan selalu pada kami yang seringkali rapuh.

Ya Allaah

Izinkanlah kami melihat wajahMu, bertemu denganMu dalam sebaik2 keadaan dalam semahal2 iman.

Ya Allaah

Siapapun dia yang akan menemani perjalanan kehidupan ini, Lindungilah setiap langkahnya ya Allaah, Jagalah setiap waktunya selalu dalam kebaikan, jagalah hatinya untukMu dan sang Rasul

Kanda…

Semangatkan dirimu selalu!

Doaku senantiasa menyertaimu

Agar Allaah menyematkan cinta kita atas dasar cinta padaNya

Agar IA izinkan kita terus berada dalam anak tangga perbaikan

Hingga saat hari itu datang

Sepasang insan yang kaffah telah berada dalam mahligai keridhaan

Untukmu, cintaku…

Saat rinduku padamu, mengiring doa tulusku..

Aamiin Allaahumma Aamiin

Mencintai perjalanan, Pondasi impian itu adalah Al-Qur’an

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaykum Warrohmatullaah

Alhamdulillaah, biidznillaah tanggal 01 September 2018 Allaah izinkan air mata kebahagiaan ini menetes, menorehkan sejarah dalam hidup ini, Alhamdulillaaah, Semoga semangat dalam diri ini terus membara dalam berjuang untuk menjadi pribadi yang lebihbaik lagi. Hanya ingin berkata “Semoga Allaah ridha, Semoga Allaah ridha, semoga Allaah ridha

Rencana Allaah memang luarbiasa.

Ketika Allaah belum mengizinkan diri ini untuk melanjutkan pendidikan (Kuliah) ternyata Allaaah ganti dengan yang jauh lebihbaik.

Semoga Allaah bimbing kita selalu yaa..

Apa sih alasan buat ngafal Al-Qur’an? Pertanyaan yang sering terlontar dari teman2 saya “Daa sayang ih pesantren, udah kuliah aja kamu pasti bisa ko dapetin beasiswa dll, kamu bisa wujudkan mimpi kamu untuk masuk ITB

Saya hanya menarik nafas saya dan berbisik

Ya Allaah, ida hanya ingin Engkau. Jikalau ida harus kuliah ida pengen ya Allaah waktu ida untukmu tidak terganggu, ida pengen ya Allaah jika memang ida harus kuliah semoga ida bisa menjadikan kuliah sebagai jihad ida, ladang amal ida

Qadarallaah

Alhamdulillaah saya tidak lulus di semua testing hehe

Membuat saya menangis sekeras2nya, ketika teman2 sudah sibuk dengan tugas perkuliahannya, ketika teman2 sudah sibuk dengan rapat organisasi dan yang lainnya.

Saya hanya berbisik

Ya Allaah sebenarnya apa yang akan Engkau tunjukan pada ida?

Singkat cerita, saya ikut kembali pendaftaran rumah tahfidz, sebelumnya saya sudah mondok dua bulan setelah lulus SMA di pondok qur’an (Lumayan panjang ceritanya) intinya saya keluar setelah dua bulan mondok dan ikut berbagai tes kuliah (cerita yang diatas)

Bulan Agustus 2018

Saya dapet informasi tentang pendaftaran rumah tahfidz dari seorang sahabat saya. Setelah kembali meluruskan niat, menguatkan tekad saya ikut testing rumah tahfidz ini. Dan Alhamdulillaaaah saya lolos.

Dan 1 tahun sudah berlalu, suka dan duka, berbagai tempaan hati dsb membuat diri ini banyak belajar dan mendewasa.

Hanya Allaah yang menguatkan

Hanya Allaah sebaik2 penolong

Semoga Allaah ridha

Ini bukanlah akhir perjuangan, namun inilah awal dari segala perjuangan… ya Al-Qur’an, Sahabat yang paling kekal, Semoga Al-Qur’an ini dapat menolong saya di yaumil hisab kelak, Semoga Al-Qur’an ini dapat mencahayai saya di alam kubur yang pengap dan gelap, Semoga Al-Qur’an ini bisa menuntun saya ke jalan yang benar dan di ridhaiNya.

Menghafal Al-Qur’an adalah proyek hidup bagi saya.

Dan salahsatu motivator saya adalah teh @hilmaRosmy seorang perempuan yang mempunyai mimpi tanpabatas dan pondasi mimpi itu adalah Al-Qur’an.

:”)

Hadzaa min fadhli Rabbii…..

Hadzaa min fadhli Rabbii…..

Hadzaa min fadhli Rabbii…..

Dan semoga sejarah ini bisa menjadi cerita yang luarbiasa untuk anak dan cucu saya kelak, salahsatu mimpi saya adalah melahirkan generasi2 ahlul qur’an.

Semoga dari Rahim inilah arsitek2 peradaban islam itu lahir, Semoga dari Rahim inilah mujahid mujahidah islam itu lahir, Semoga dari Rahim inilah tonggak2 peradaban itu lahir.

Semoga Allaah ridhai…

Semoga saya bisa terus berusaha menjadi sebaik2 perhiasan itu.

:”)

Semoga Allaah beri ruh dalam tulisan ini, Semoga Allaah ridha dengan tulisan ini, Semoga Tulisan ini bisa memotivasi banyak orang, menjadi amal shalih, amal jariyah ketika saya meninggalkan dunia ini.

Tak terasa airmata mengalir :”)

Semoga kita selalu saling mendoakan dalam kebaikan yaa

Terimakasih mamah, papah seluruh keluarga dan sahabat2 sudah selalu mendo’akan ida, Terimakasih :”)

Ketika airmatamu menetes saat melihatku, Semoga itu adalah ridhamu pada anakmu ini, Semoga itu menjadikan Allaah ridha pada diri ini.

Oh iyaa, foto di atas adalah foto bersama seseorang yang luarbiasa yang mengajarkan banyak hal yang luarbiasa bagi saya, Ketika melihatnya selalu ingat “Apalagi yang hendak kita cari di dunia?”

Semoga diri ini bisa banyak belajar darimu ayah. Terimakasih sudah menemani perjuangan ida, ida bersyukur bisa ketemu dengan ayah. Semoga ida bisa mewujudkan cita2 ida untuk membangun sekolah dan rumah Qur’an untuk anak yatim dan dhuafa. Semoga ida bisa dekat dengan mereka. Ayah….. uhibbuka fillaaah….. ♡

Wassalamu’alaykum warrohmatullaah wabarakatuh